![]() |
| Islam mengajarkanku cara agar hidup lebih berkualitas, menghargai orang lain bukan bermusuhan dengan mengatasnamakan agama dan kepercayaan |
Melihat kejayaan islam dimasa lalu saya sering bertanya dalam hati, bagaimana para da'i di zaman Rasulullah Saw dan setelah beliau menyebarkan islam sehingga menjadi agama yang dianut mayoritas penduduk dunia hari ini. Bukan dengan pedang, panah dan bunuh-bunuhan, itulah jawaban pastinya. Kita sering melihat islam di timur tengah berperang dan mengatasnamakan peperangan agama dan membawa panji-panji berlebelkan islam. Justru, islam masuk ke nusantara ini dengan cara yang berbeda pula.
Jalur dakwah yang dibawa melalui saudagar-saudagar arab yang singgah ke indonesia di dominasi oleh para pedagang yang kemudian melakukan perniagaan di nusantara. Melalui perkawinan itulah lahir generasi selanjutnya yang disebut peranakan arab. Tetapi, islam ke indonesia bukan dibawa oleh orang arab/arab saudi yang disebut sekarang, melainkan arab-gujarat atau arab campuran india. Inilah sebabnya islam yang ada di indonesia jauh lebih moderat dibandingkan mereka yang berada di timur tengah.
Sisi dakwah melalui indahnya perkawinan dan akhlak para da'i tersebut membuat islam di indonesia menyentuh makna dasarnya sebagai ramhamat lil 'alamin (rahmat bagi sekalian alam). Tidak ada penumpasan darah, bunuh-bunuhan dalam dakwah islam di indonesia. Anda bisa membedakan dakwah islam dan penyebaran agama kristen di zaman itu melalui kolonial belanda yang mengutamakan bunuh-bunuhan daripada dakwah secara damai.
Islam bukanlah agama yang memaksa orang lain untuk beriman dan masuk kedalamnya. Allah sendiri berulangkali dalam Al-Qur'an menyampaikan makna dasar kehadiran nabi muhammad Saw sebagai pembawa risalah kenabian, kabar gembira bagi orang yang beriman dan pembawa peringatan bagi mereka yang ingkar serta rahmat bagi sekalian alam. Ketika umat islam dikejar dan dibunuh satu persatu di makkah, mereka melakukan hijrak ke yastrib atau yang kita kenal dengan madinah sekarang. Sesampai di madinah, beberapa tahun kemudian islam berkembang pesat mencapai puluhan ribu pengikutnya tetapi islam datang ke makkah tatkala fathul makkah dengan penuh kedamaian, tanpa dendam dan bunuh-bunuhan.
Jika ada kelompok yang mengatasnamakan islam demi kepentingan pribadi dan golongannya. Menghalalkan darah orang-orang diluar golongan mereka maka mereka tidak layak menyandang gelar da'i ataupun pejuang islam. Karena islam tidak bunuh ditegakkan, disucikan, kenapa? karena Allah Swt akan selalu meninggikan agamaNya meskipun seluruh orang dimuka bumi ini kafir kepadaNya. Islam adalah wadah untuk berjuang memperoleh kedamaian dan memberikan kedamaian tersebut kepada seluruh alam dan isinya.


0 komentar:
Posting Komentar