Home » » Bid'ah dan Biang Keladi Perpecahan Dalam Islam

Bid'ah dan Biang Keladi Perpecahan Dalam Islam

Posted by Media Islam Kita Semua on Kamis, 04 September 2014

Ayo bersatu, Jangan Saling membid'ahkan satu dengan yang lain.
Bid'ah secara gamblang adalah suatu hal yang dibuat-buat tanpa dasar dan dalil yang jelas sehingga dianggap sebagai suatu ritual/kewajiban. Bid'ah menurut imam Syafi'i terbagi kepada dua macam yaitu: bid'ah sayyiah/dhalalh dan bid'ah hasanah. Pembagian bid'ah ini bukan tanpa dasar mengingat imam syafi'i merupakan salahsatu dari empat imam mazhab dan mujtahid (orang yang konsen dalam pendalaman ilmu fiqh). 

Bid'ah sayyiah yaitu bid'ah yang secara literatur (dalil) tidak terkandung dalam Al-Quran dan As-Sunnah, tetapi termasuk kedalam adat yang dianggap sakral dan wajib dilakukan oleh seseorang, komunitas atau masyarakat tertentu. Maka kewajiban yang dipatok pada sesuatu yang sebenarnya dalil tidak mewajibkan hal tersebut maka itu disebut sebagai bid'ah sayyiah/perbuatan yang diada-adakan. Adapun bid'ah hasanah yaitu suatu perbuatan yang tidak dicontohkan rasulullah dan generasi selanjutnya tetapi tidak mengandung unsur kemusyrikan atau hal-hal yang ditakutkan dapat membawa kepada syirik maka hal ini disebut bid'ah hasanah.

Dalam perkembangannya, bid'ah seolah-olah dianggap sebagai suatu hukum. Padahal kita sudah tau dalam islam itu yang sebut hukum itu adalah haram, wajib, makruh, mubah, sunnah, Adapun bid'ah itu tidak tergolong kedalam hukum yang lima tersebut, kenapa? menurut saya, bid'ah itu berada diluar hukum karena bid'ah merupakan suatu batasan yang akan membatasi seseorang agar tidak terjerumus kedalam kesesatan/keharaman. 

Bagaimana dengan adat istiadat? Sebagaimana kita ketahui, di indonesia mayoritasnya menganut mazhab syafi'i. Dalam mazhab syafi'i adat istiadat bisa menjadi suatu landasan hukum maka dikenal dengan istilah Al-'Adatu Mutahakkimah (Adat Istiadat yang dijadikan landasan hukum fiqh). Adat Istiadat yang bisa dijadikan sebagai landasan hukum yaitu adat yang tidak bertentangan dengan islam, tidak mengandung mudharat kepada masyarakat dan tidak mengandung kemusyrikan di dalamnya. Namun perlu kita ketahui, islam yang datang ke indonesia ini masuknya pun melalui kebudayaan dan inilah hal yang menyebabkan islam cepat menyebar di indonesia karena tidak pernah menyalahkan kebudayaan yang sudah ada sejak turun temurun. Hanya saja adat istiadat yang berlawanan dengan islam dan mengandung kemusyrikan serta pujian terhadap agama tertentu (hindu) di rubah sehingga berisi ajakan/dakwah kepada islam. 

Begitu indahnya pembahasan masalah bid'ah jika kita kaji sesaui dengan jalur masuknya islam ke indonesia. Jadi yang dirubah bukan tampilan luar (pakaian, jenggot dsb) tetapi dalamnya yaitu akidah mereka yang dahulu menganut agama hindu diperbaharui menjadi penganut islam tetapi tetap menjaga kebudayaan dan kebiasaan mereka sebelumnya. Hanya inti dari kebudayaan tersebut telah berubah menjadi kebudayaan yang bercorak islam. 

Jangan sembarang membid'ahkan orang lain

bid'ah adalah suatu ungkapan yang ditujukan kepada pelaku dosa besar yang menyebabkan seseorang dihukum dengan sesat dan neraka. Jika begitu berat hukuman terhadap pelaku bid'ah, sudah selayaknya istilah bid'ah itu jangan dianggap remeh dan begitu mudah menghukumkan orang lain sebagai pelaku bid'ah. Mengatakan orang lain sebagai pelaku bid'ah sama saja dengan mengkafirkan saudara sessama muslim dan kita tau mengkafirkan sesama muslim jelas haram hukumnya.

Pemutusan bid'ah hanya bisa dilakukan oleh Qadhi/hakim atau orang-orang yang kompeten di bidangnya seperti MUI dan sebagainya. Apa tujuan pengketatan atau larangan menyebut bid'ah sembarang? karena semua amal yang kita kerjakan belum pasti diterima Allah seluruhnya, jangan pede menilai orang lain bid'ah, sesat dan kafir. Padahal amal pribadi kita pun belum tentu diterima Allah Swt. Malah, jika perbuatan membid'ahkan ini menjadi trend maka akan tercipta kerusakan dan jauhnya persatuan diantara kaum muslimin. Padahal, jika seseorang sudah pernah mengucapkan dua kalimah syahadah meskipun seumur hidupnya diisi dengan kejahatan pun, masih tetap ada peluang orang tersebut mendapat ampunan dari Allah Swt.


0 komentar:

Posting Komentar

Entri Populer

Berita Populer

Diberdayakan oleh Blogger.
.comment-content a {display: none;}