Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
بَدَأَ الْإِسْلَامُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ
“Islam muncul dalam keadaan asing, dan ia akan kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah orang-orang yang terasingkan itu.” (HR. Muslim no. 208).
Ternyata, keasingan islam telah terbukti sesuai dengan apa yang disampaikan rasulullah Saw dalam hadits tersebut. Namun ada beberapa tafsiran di masyarakat tentang keadaan asing yang disampaikan baginda Rasulullah dalam hadits diatas, bahkan ada pula yang berusaha mengikuti aliran tertentu agar kelihatan berbeda secara penampilan dan pakaian dari mayoritas umat islam lain.
Keadaan asing yang disampaikan dalam hadits tersebut bukanlah keasingan yang dibuat-buat atau dicari-cari melainkan, keasingan itu akan datang secara sendirinya nanti di akhir zaman. Dimana islam dan ajarannya akan terasa aneh bahkan bagi penganutnya sendiri. kenapa? karena penganutnya sudah banyak yang hubbuddunya dan asing mendengar ceramah dan kajian-kajian keislaman karena disibukkan dengan urusan dunia.
Saat ini sudah jamak kita dengar kalau ada orang yang merasa bangga tidak bisa membaca Al-Quran atau sudah lama tidak membaca Al-Quran. Ada juga yang tidak enjoy mendengarkan bacaan Al-Quran/majelis taklim sehingga tidak jarang mereka marah-marah ketika ada pengajian dan speaker masjid mengarah ke rumahnya.
Seperti inilah keadaan asing yang digambarkan Rasulullah Saw dalam hadits beliau diatas, bukan keasingan yang dicari-cari dengan harapan agar termasuk ke dalam golongan yang sedikit yang akan mendapatkan predikat orang yang berbahagia. Tetapi, keadaan asing itu akan menjadi ujian bagi umat diakhir zaman dimana manusia baik mereka yang muslim mapun non-muslim akan merasakan keanehan bila ada orang membaca atau menghafal Al-Quran, namun tidak aneh bila diantara mereka ada yang tidak bisa membaca Al-Quran sampai akhir hayat. Na'udzubillah!!!


0 komentar:
Posting Komentar